Menjaga Kesehatan Mata Anak

Anak kecanduan gadget


Mata adalah salah satu indera penting yang memungkinkan anak untuk melihat dan memahami dunia di sekitar mereka. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata anak sangatlah penting untuk mendukung perkembangan mereka secara optimal.

Berbagai kebiasaan dan tindakan pencegahan dapat dilakukan untuk memastikan mata anak tetap sehat dan terhindar dari gangguan penglihatan. Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan mata anak sejak dini.

Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

1. Makan Makanan yang Sehat

Makan makanan yang bervariasi dan kaya gizi untuk memberikan mereka nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh yang sehat. Buah dan sayuran harus menjadi menu wajib setiap hari.

2. Lindungi Mata

Upayakan agar mata anak terlindungi dari radiasi sinar ultraviolet dari matahari. Jika menggunakan kacamata hitam, pastikan memilih yang dilengkapi penangkal radiasi UltraViolet.

Hindari paparan benda yang keras pada mata, dan pastikan anak menggunakan pelindung mata saat melakukan beberapa aktivitas tertentu. Bukan hanya dari benda keras, seperti debu atau kerikil kecil, partikel-partikel kecil seperti cat semprot juga dapat merusak penglihatan.

3. Mengurangi Durasi Menatap Layar Gadget

Ajak anak bermain di luar ruangan. Anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk melihat ponsel, tablet, menonton TV, dan bermain video game rentan mengalami gangguan penglihatan.

Mengapa? Karena menatap layar lebih lama mengurangi frekuensi berkedip, menyebabkan ketegangan mata, yang pada akhirnya membuat penglihatan kabur.

Minta mereka untuk mengistirahatkan mata sejenak dan luangkan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan bersama anak.

Anak-anak cenderung menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar gadget dari jarak dekat. Sementara di sekolah, mereka juga menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan. Kegiatan luar ruangan, seperti mata pelajaran olahraga, hanya tersedia sekali seminggu.

Bermain di luar disarankan dilakukan selama dua jam per hari, dengan mempertimbangkan cuaca atau kebijakan sekolah anak. Meskipun demikian, berkegiatan di luar ruang dapat dilakukan sebagai bagian dari kampanye mengurangi obesitas atau isu kesehatan lainnya.

4. Pentingnya Keterlibatan Orang Tua


Terkadang, orang tua lebih memilih untuk bermain dengan teman-temannya sendiri meskipun sudah berada di taman atau lapangan komplek tempat tinggal, atau bahkan hanya duduk dan berbincang-bincang, membiarkan anak bermain sendiri.

Hal ini tentu saja dapat membuat anak lekas bosan dan kembali bermain dengan gadget. Keterlibatan orang tua sangat penting bila ingin mengalihkan anak dari ketergantungan terhadap gawai.

Siapkan permainan menarik dan kenalkan kembali permainan tradisional luar ruangan yang biasa dilakukan orang tua saat kecil, seperti galah asin atau petak umpet.

Meski demikian, jangan terjebak dengan cerita nostalgia masa kecil orang tua agar tidak membosankan anak.

Jangan lupa untuk mengajak anak tetangga sebaya agar lebih menyenangkan. Di taman-taman publik biasanya disediakan sejumlah alat permainan seperti ayunan, jungkat-jungkit, perosotan, atau panjatan. Meluangkan waktu bermain di ruang terbuka hijau cukup efektif untuk membuat anak sejenak melepaskan diri dari gadget dan berkenalan dengan teman baru. 

Bermain di ruang terbuka hijau dengan tugas-tugas menarik akan membantu anak untuk lebih sering bermain di luar ruangan.

5. Kurangi Penggunaan Gawai di Depan Anak

Orang tua harus konsisten terhadap upaya mengurangi waktu anak bersama gawai. Simpan gawai sejenak dan gunakan setelah anak selesai beraktivitas bersama. Jika harus menggunakan gawai, jelaskan terlebih dahulu ke anak dan sepakati untuk kembali beraktivitas bersama setelah selesai.

6. Periksakan Mata Anak Secara Rutin

Sebagai orang tua, kita tentu tidak berpikir dua kali untuk membawa anak ke dokter umum begitu mereka sakit. Untuk kesehatan gigi, sebagian orang tua rela mengeluarkan uang tak sedikit, baik untuk penyembuhan sakit gigi maupun perawatan gigi.

Pemeriksaan kesehatan mata secara berkala, misalnya setiap tahun, sama pentingnya. Karena penglihatan yang baik juga merupakan modal penting bagi anak.

Orang tua perlu melakukan pengamatan mandiri terhadap tanda-tanda yang terjadi pada anak. Sebagian tanda dapat dipantau sendiri, sementara sebagian lagi perlu ditanyakan langsung kepada anak.

7. Kenali Gejala Gangguan Penglihatan

Beberapa tanda dan gejala umum gangguan penglihatan pada anak antara lain:

  • Anak merasa seolah benda yang dilihatnya menjadi double atau ganda.
  • Anak merasa matanya seperti terhalang kabut.
  • Anak merasa silau atau melihat lingkaran cahaya di sekitar cahaya terang.
  • Anak sering menyipitkan mata untuk memfokuskan pandangannya.\
  • Anak sering sakit kepala meskipun tidak ada tanda-tanda penyakit tubuh.
  • Anak merasa matanya tegang atau kering, atau duduk semakin dekat dengan layar TV.

8. Kenali Sejarah Kesehatan Keluarga

Beberapa masalah penglihatan dapat disebabkan oleh faktor keturunan, seperti penyakit diabetes yang menyebabkan masalah kesehatan yang kronis. Semakin dini kita mengetahui dan mengelola faktor ini, semakin baik peluang untuk mempertahankan kesehatan mata anak.

Mata yang sehat membuat anak bisa belajar lebih baik dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

 

Dengan menerapkan kebiasaan sehat dan memperhatikan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat membantu anak menjaga kesehatan mata mereka. Ingatlah bahwa mata yang sehat bukan hanya mendukung penglihatan yang baik, tetapi juga perkembangan belajar dan aktivitas sehari-hari anak. Sebagai orang tua, peran aktif kita sangat penting dalam memastikan anak memiliki mata yang sehat untuk masa depan yang cerah.

 

 Image by Yayasan LAYAK

Posting Komentar untuk "Menjaga Kesehatan Mata Anak"